Subscribe:

Rabu, 10 April 2013

Musik New Age


Sudah lama saya mencari artikel tentang musik jenis ini yang sangat aneh, menenangkan dan misterius. kita seakan dibawa pada suatu zaman pertengahan di Eropa sana. untungngya saya menemukan artikel yang membahas ini. saya izin copy. Berikut penjelasannya.
Musik-musik yang memiliki kemiripan irama, penggunaan alat musik, tema musik, geografis, dan konteks dapat dikelompokkan pada satu aliran tertentu yang disebut sebagai genre. Ada beragam genre musik yang dikenal dan sering didengar. Siapapun tentu tahu mengenai aliran musik (genre) seperti jazz, pop, rock, dangdut, dan reggae. Keempat genre musik tersebut sudah dikenal luas baik oleh penggemar musik genre yang bersangkutan maupun yang tidak. Selain keempat genre di atas, sebenarnya masih banyak lagi genre musik lainnya yang belum dikenal luas, salah satunya adalah new age.
Pernahkah anda mendengar musik-musik new age? Saya yakin pernah, meskipun anda tidak mengerti tentang genre new age. Pernahkah anda mendengar musik-musik yang dimainkan oleh Kitaro, Yanni dan Enya ? Tiga musisi bergenre new age ini saya yakin sudah cukup dikenal di Indonesia. Musik-musik mereka seringkali digunakan sebagai musik ilustrasi di beberapa acara televisi ataupun soundtrack film-film layar lebar. Pusat-pusat perbelanjaan, toko buku, dan hotel juga sering menggunakan musik-musik new age untuk memberikan nuansa yang menyenangkan dan menenangkan bagi pengunjung. Namun demikian tak jarang juga bagi orang-orang yang belum terlalu mengenal musik seperti ini, telinga mereka terasa asing mendengarnya. Musik-musik new age pada umumnya dimainkan tanpa lirik atau vocal. Jika memiliki vocal, lirik yang dilantunkan juga terasa cukup asing seperti musik-musik yang dibawakan oleh Enya.
Jadi, apakah sebenarnya musik new age? Musik new age agak sulit didefinisikan secara rigid, karena musik ini begitu luas dengan ciri khas yang amat beragam. Musik New Age sebenarnya merupakan musik yang mengambil berbagai macam bentuk dan arah dengan mengacu pada beberapa aliran musik temasuk musik Electronic, Instrumental, Ambient, Drum and Percussion , Minimalism, World Music (Native American, Celtic, Indian, Ethnic). Tidak seperti musik-musik jazz yang memiliki ciri khas tertentu yang mudah diketahui seperti tempo dan improvisasi, musik new age amat sangat fleksible. Bahkan beberapa musisi new age tertentu juga menggabungkan nuansa jazz ke dalam musik new age yang mereka mainkan. Irama yang dilantunkan di dalam musik ini bervariasi dari yang melankolis hingga yang berirama nge-beat, dari yang mengalun dengan merdu, hingga dilantunkan dengan lirik-lirik yang bernuansa ritual ataupun pemujaan. Meskipun ada yang dilantunkan dengan menggunakan lirik terutama dalam bentuk choir, tetapi sebagian besar musik new age dimainkan tanpa lirik dari vokalis.

Alat musik yang digunakan di dalam musik new age begitu beragam mulai dari piano, gitar akustik, flute, harpa, instrument elektronik, hingga pada alat-alat musik tradisional seperti sitar, tabla, dan tamborin. Musik ini ada yang dimainkan secara solo maupun dengan menggunakan orchestra yang besar. Beberapa jenis musik ini juga menggunakan metode entrainment, binaural beats, dan gelombang otak, seperti betha, alpha, theta dan delta. Oleh karena itu musik new age seringkali digunakan oleh praktisi-praktisi meditasi, terapi musik, yoga ataupun sebagai cara untuk meredakan ketegangan. Beberapa jenis musik new age akan sangat terasa nyaman dan menenangkan jika di dengar dalam suasana alam yang indah.
Meskipun saya adalah pendengar musik segala jenis, namun demikian New Age merupakan genre musik yang amat saya gemari selain Jazz. Perkenalan saya dengan musik new age berawal ketika di awal tahun 1990-an saya mendengar alunan musik instrument di radio. Alunan nadanya terasa amat menyentuh. Saya sama sekali tidak mengetahui judul musik tersebut. Musik tersebut saya rekam dan kemudian saya bawa ke toko kaset. Setelah itu saya baru tahu ternyata musisi yang memainkan tersebut bernama Kitaro dan judul musik tersebut adalah Koi. Kegemaran tersebut akhirnya berlanjut hingga kini. Jika anda yang membaca artikel ini juga menyenangi aliran musik ini, berikut ini beberapa musisi new age yang dapat menjadi referensi.
Kitaro
Musisi ini memiliki nama asli Masanori Takahashi. Nama “Kitaro” diilhami dari tokoh kartun Kitaro yang cukup popular di akhir tahun 1950an. Alat musik yang digunakannya adalah Piano, Synthesizer, Keyboards, Drums, Perkusi, dan Gitar. Musiknya banyak diilhami oleh alam. Efek-efek suara seperti deburan ombak, gemericik air desir angin, dan suara kosmik yang dipadukan dengan nuansa musik Asia mendominasi musik-musik yang diciptakannya. Mendengarkan musik-musik Kitaro akan terasa sangat nyaman ketika dibarengi dengan visualisasi pemandangan alam yang indah seperti alam pegunungan, air terjun, deburan ombak di pantai, dsb.
Yanni
Komponis yang memiliki nama lengkap Yanni Chrysomallis. Musisi berkebangsaan Yunani ini memulai debutnya pada tahun 1984 dengan album pertamanya yang berjudul Optimisque. Ciri khas dari Yanni adalah permainan musik dengan menggunakan alat musik piano, keyboard dengan diiringi orchestra lengkap. Ritme yang dimainkan juga cukup beragam, mulai dari yang bernuansa jazz, etnik (mediterrania, mexico, india dan china) dan choir. Santorini dan Nightingale merupakan dua lagu Yanni yang terkenal.
Enya
Bagi anda yang belum pernah mendengar musik-musik Enya, pertama kali anda mendengarnya tentu akan agak aneh. Lagu-lagu Enya sangat eksentrik, ada yang terkesan kelam, bernuansa gothic, celtic, memiliki vocal yang mirip seperti lagu-lagu pemujaan dan bahkan ada yang mirip seperti hymne alien. Meskipun Enya tidak menyatakan bahwa musiknya adalah beraliran new age, tapi pengamat musik mengklasifikasikannya sebagai musik new age. Sebagian besar musik yang diaransir oleh Enya dipadukan dengan vocal yang amat khas. Sekali saja anda mendengar musik Enya, berikutnya anda pasti akan dengan mudah mengenal ciri khas musiknya. Di Amerika dan Eropa, Enya merupakan diva new age yang dapat disejajarkan dengan Madonna, Mariah Carey dan Celine Dion. Beberapa musik Enya digunakan sebagai ilustrasi film layar lebar seperti lagu “Book of Days” (soundtrack Far and Away, 1992), dan “May It Be” (Soundtrack “Lord of the Rings Fellowship of the Ring”).
Karunesh
Karunesh merupakan musisi berkebangsaan Jerman. Musik-musik Karunesh umumnya belum begitu dikenal di Indonesia. Pertama kali saya mengenal musik-musik Karunesh, saya berfikir Karunesh adalah musisi yang berasal dari India karena hampir semua lagu-lagu yang diciptakannya bernuansa India. Beberapa musik yang dimainkannya bahkan lebih mirip seperti lagu-lagu pemujaan terhadap dewa-dewa Hindu. Alat-alat musik seperti sitar dan tabla selalu ada di dalam musik-musiknya. Lagu-lagu ciptaan Karunesh sering digunakan oleh praktisi-praktisi Yoga untuk memberikan efek tenang saat melakukan meditasi. Album Karunesh yang paling saya senangi adalah The Wanderer (2001) dan Joy of Life (2006).
Vangelis
Bagi anda yang pernah menonton film 1492: Conquest of Paradise yang bercerita tentang keberhasilan Christoper Columbus mendarat di benua Amerika anda tentu masih ingat dengan soundtrack film tersebut. Soundtrack film tersebut sangat bagus dan bahkan mengantarkan film tersebut meraih piala Oscar dengan kategori musik terbaik. Vangelis merupakan komponis yang mengaransir lagu-lagu pada film tersebut. Vangelis merupakan spesialis komposer musik-musik yang digunakan untuk backsound film layar lebar. Ciri khas musik yang dimainkannya adalah vocal choir yang dipadukan dengan iringan orchestra/ensemble lengkap. Beberapa lagu Vangelis yang saya senangi diantaranya Antartica, Conquest of Paradise, Monastery La Rabida, Savage et Beau, dan La Petite Fille De La Mer.
Bandari
Group musik bergenre New Age yang unik. Nama Bandari diambil dari bahasa Iran. Semua musisinya berasaldari Swiss dengan supervisor musikal multitalenta dari Jerman. Bandari sangat dikenal di China dan Taiwan. Setiap lagu Bandari memiliki ciri khas yang menggunakan ritme musik dari berbagai kultur (gypsy, celtic, mediterania, india, china, american jazz, dsb) dan suara-suara alam dalam harmonisasi genre New Age yang indah.
Omar Akram
Nama dan musik Omar Akram belum dikenal luas di telinga masyarakat Indonesia. Namun demikian bagi saya, ia adalah musisi new age yang hebat. Sentuhan smooth jazz ditambah nuansa mediterania & middle east dalam musik-musik new age nya memiliki keunggulan tersendiri dibanding dengan musisi new age lainnya seperti Yani, Kitaro, Enya atau Vangelis. Semua albumnya mulai dari Opal Fire, Free as A Bird, dan Secret Journey sangat mengesankan.
Mehdi
Musik-musik yang dimainkan oleh Mehdi memiliki nuansa timur tengah, mediterania dan india. Mendengarkan musik-musik Mehdi seolah membawa anda ke dalam dunia yang begitu tenang. Tempo musik yang dimainkan juga amat beragam mulai dari waltz, rhumba hingga yang bernuansa gypsy. Instrumen musik seperti Keyboards, Drums, Perkusi, Arabian Flute dan Gitar mendominasi setiap lagu-lagu yang dimainkan oleh Mehdi.
John Adorney
Musik-musik yang dimainkannya begitu menginspirasi. Perpaduan antara piano, perkusi, synthesizer, biola dan cello yang dibumbui oleh irama mediterania seperti musik-musik sufistis Turki yang dikemas dengan cara yang modern benar-benar membuat kita cukup terhanyut ketika mendengarkan instrument new age yang dimainkannya.
Al Conti
Dua album yang paling saya senangi dari Al Conti adalah album Scheharzhade dan Northern Seas. Ketika mendengar lagu-lagu yang ada di dalam album Scheharzhade anda seperti dibawa ke dalam mitologi 1001 malam Arabian Nights yang dikisahkan oleh Ratu Shahrazad dari Persia. Lain lagi suasananya ketika mendengar lagu-lagu yang ada di dalam album Northern Seas. Kisah-kisah dalam mitologi Nordic yang berasal dari Negara-negara skandinavia begitu kental terasa.
Musisi-musisi new age sebenarnya sangat banyak dengan nuansa yang begitu beragam. Nama-nama seperti David Arkenstone, Mike Oldfield, Chrys Spheeris, Fridrik Karlson, Nicholas Gunn , Medwyn Goodall, dsb juga memiliki kualitas musik yang tak kalah hebatnya dibandingkan dengan musisi-musisi new age lainnya seperti Yanni dan Kitaro.
Bagi saya mendengarkan musik new age tidak hanya memberikan ketenangan tetapi juga seperti membaca sebuah kisah petualangan. Mendengarkan musik-musik ini seolah membawa pendengarnya masuk ke dalam nuansa-nuansa tertentu yang membangkitkan spirit. Meskipun beberapa musik new age memang mirip lagu-lagu pemujaan, tetapi sepengetahuan saya musik ini tetaplah merupakan karya seni yang patut diapresiasi. Musik adalah bahasa universal yang tidak mengenal batas agama maupun budaya selama masih menjadi kegemaran dalam tahap yang wajar dan tidak membuat kita terlena ataupun terjerumus dalam perbuatan yang tidak semestinya.
Arif Perdana
17 Desember 2010
Tulisan ini sebelumnya pernah diposting di halaman kompasiana saya dengan judul:
Musik New Age: Penggugah dan Penenang Jiwa (http://www.kompasiana.com/arifperdana/page/2/)

0 komentar:

Posting Komentar