Subscribe:

Kamis, 17 Maret 2011

Meninjau Hubungan Australia-Indonesia dan Pengaruh Media.

Hubungan kedua negara atau yang sering disebut hubungan diplomatik sekarang ini sudah terjalin dengan erat karena masing-masing negara saling membutuhkan satu sama lain, seperti hubungan Australia dan indonesia. Kedua negara ini sudah menjalin hubungan sejak berlangsungnya Konfrensi Tiga Negara (KTN), dimana yang pada waktu itu Richard Kirby berada di posisi indonesia membantu proses perdamaian dengan Belanda.
Hubungan itupun semakin erat saat indonesia sudah merdeka. Namun yang namanya pertemanan selalu saja ada konflik yaitu keterlibatan Australia yang ingin memisahkan Papua, banyaknya orang indonesia timur yang mencari suaka ke Australia. Tentu ini membuat hubungan kedua negara sedang diuji. Apalagi saat terjadi Bom bali 1&2 dimana banyak sekali wisatawan Australia yang menjadi korban. Dan Indonesia pun mengalami krisis kepercayaan. Pemerintah Australia melalui kedubesnya mengeluarkan Travel Warning ke Indonesia. Untungnya, Presiden SBY berhasil memulihkan kepercayaan Australia dengan berhasil ditangkapnya para teroris itu walau tidak semuaya. Presiden pun digelari Pahlawan anti teroris oleh Jhon Howard.
Seiring berjalannya waktu, hubungan indonesia pun kembali panas akibat tulisan dua buah media Australia yang mengabarkan bahwa SBY telah menyalahgunakan kekuasaan yang mereka klaim dari situs wikiliks itu. Tentu ini membuat pemerintahan kita gerah dan segera mengkonfirmasi kebenaran isi berita itu melalui menlu marty natalegawa.
Setelah media kita mencari tahu secara independent, dapat disimpulkan bahwa publik Australia lebih percaya berita-berita dari media setempat. Media disana punya peran besar dalam membentuk opini publik. Dan paling parahnya adalah mereka lebih senang memberitakan hal-hal negatif dari Indonesia seperti kriminal, bencana, dll. Mereka lakukan bukan tanpa alasan, mereka pikir media Indonesia juga sama seperti mereka dalam menyampaikan berita tentang Australia. Tentu ini perlu diluruskan.
Jadi kepercayaan penduduk Australia akan Indonesia sangat rendah, begitu juga persepsi kita akan mereka. Menurut hemat saya, akan lebih baik jika pemerintah dan media kita melakukan kerjasama yang lebih menguntungkan kedua belah pihak sehingga potensi konflik bisa dikurangi.



Ilham (CIVIL SOCIATY)

0 komentar:

Posting Komentar